Boleh Bersedih, Jangan Meratap

oleh: admin - 2023-07-03 09:03:01 | Dilihat 616 kali

Boleh Bersedih, Jangan Meratap

Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

أَخَذَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ البَيْعَةِ أَنْ لاَ نَنُوحَ ، فَمَا وَفَتْ مِنَّا امْرَأَةٌ غَيْرَ خَمْسِ نِسْوَةٍ: أُمِّ سُلَيْمٍ، وَأُمِّ العَلاَءِ، وَابْنَةِ أَبِي سَبْرَةَ امْرَأَةِ مُعَاذٍ، وَامْرَأَتَيْنِ – أَوِ ابْنَةِ أَبِي سَبْرَةَ، وَامْرَأَةِ مُعَاذٍ وَامْرَأَةٍ أُخْرَى

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil sumpah setia dari kami ketika kami berbai’at, yaitu kami dilarang meratap. Dan tidak ada yang bisa menepatinya di antara kami, kecuali hanya lima perempuan saja, yaitu Ummu Sulaim; Ummul ‘Alaa; anak perempuan Abu Sabrah, yang merupakan istri dari Mu’adz; dan dua perempuan lainnya; atau anak perempuan Abu Sabrah; istri Mu’adz; dan satu perempuan lainnya.” (HR. Bukhari no. 1306 dan Muslim no. 936)

(Al-Arba'un An-Nisaiyyah, hadits ke-17)

*◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉*

Seorang muslimah yang meyakini bahwa segala sesuatu termasuk musibah yang menimpa dirinya telah ditakdirkan Allah, maka ia tak kan meratap. 

Bersedih, menangis & merasa sakit dengan darangnya musibah adalah sangat manusiawi. Tapi meratap, merupakan tanda lemahnya iman pada takdir Allah. 

Semoga Allah beri kita ilmu yang bermanfaat & kekuatan untuk beramal.

Ustadz Amrullah Akadhinta, S.T.