Dua Pakaian Kedustaan

oleh: admin - 2023-07-06 08:37:51 | Dilihat 817 kali

Dua Pakaian Kedustaan

(Jangan Sampai Kecemburuan Melahirkan Dusta)

عَنْ أَسْمَاءَ أَنَّ امْرَأَةً قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي ضَرَّةً فَهَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ إِنْ تَشَبَّعْتُ مِنْ زَوْجِي غَيْرَ الَّذِي يُعْطِينِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

Dari Asma` binti Abu Bakr radiallahu ‘anhuma, ada seorang wanita bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki madu (isteri lain dari suami), karena itu apakah aku akan mendapat dosa, bila aku menampak-nampakkan kepuasan dari suamiku dengan suatu hal yang tak diberikannya kepadaku?” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Seorang yang menampakkan kepuasan dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya sama seperti seorang yang memakai 2 pakaian kepalsuan.” (HR Bukhari, no. 4818)

Husnul uswah bima tsabata minallah wa rasulih fin niswah, hadits ke-4

 ◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉

Lafal ضَرَّةً dalam bahasa ‘arab sering diartikan istri lain dari suami (saudari se-suami), dan bangsa ‘arab biasa memanggil dua orang yang dimadu dengan istilah جَرَّتَيْنِ (dua tetangga wanita) karena kedekatan keduanya seperti dua tetangga yang kedua rumahnya saling berdekatan.

Adapun makna dua pakaian kedustaan disini seakan-akan menyindir perilaku dan juga pemikirannya. Bisa dimaknai pula seperti seorang pembohong yang berdusta, double.

Maka berhati-hatilah wahai para istri, cemburu memang sesuatu yang fithrah atau manusiawi namun jangan sampai syetan menjerumuskan pada dosa yang keji. Menampakkan bahwa dirinya lebih disayang daripada madu (istri kedua dst) sejatinya adalah hal yang sia-sia, tidak ada faedah bagi dirinya kecuali semakin tenggelam pada kompetisi yang tidak seharusnya. Ia yang semestinya berlomba dengan madunya untuk mendapatkan pahala karena keikhlasan serta kesabaran dalam berbagi suami malah justru memancing dosa dan mengundang prahara. Fokus saja dalam pelayanan atau pemenuhan hak suami, niscaya cinta pasti akan tumbuh bersemi.

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah