Istri Yang Telaten, Idaman Para Suami (Pelayanan istri terhadap suami dan anggota keluarganya)

oleh: admin - 2023-07-03 15:39:16 | Dilihat 365 kali

Istri Yang Telaten, Idaman Para Suami
(Pelayanan istri terhadap suami dan anggota keluarganya)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضى الله عنهما قَالَ : هَلَكَ أَبِى وَتَرَكَ سَبْعَ بَنَاتٍ أَوْ تِسْعَ بَنَاتٍ  فَتَزَوَّجْتُ امْرَأَةً ثَيِّباً فَقَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : تَزَوَّجْتَ يَا جَابِرُ ؟ . فَقُلْتُ : نَعَمْ . فَقَالَ : بِكْراً أَمْ ثَيِّباً ؟ . قُلْتُ : بَلْ ثَيِّباً . قَالَ : فَهَلاَّ جَارِيَةً تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ ، وَتُضَاحِكُهَا وَتُضَاحِكُكَ ؟  . قَالَ فَقُلْتُ لَهُ : إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ هَلَكَ وَتَرَكَ بَنَاتٍ ، وَإِنِّى كَرِهْتُ أَنْ أَجِيئَهُنَّ بِمِثْلِهِنَّ ، فَتَزَوَّجْتُ امْرَأَةً تَقُومُ عَلَيْهِنَّ وَتُصْلِحُهُنَّ . فَقَالَ : بَارَكَ اللَّهُ لَكَ . أَوْ (قَالَ) خَيْراً

Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhuma ia berkata, Bapakku wafat dan meninggalkan tujuh atau sembilan puteri, lalu saya menikahi wanita janda, maka Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku, "Apakah kamu sudah menikah wahai Jabir?" Aku menjawab, "Ya" Beliau bertanya, "Gadis atau janda" Aku menjawab, "Janda" Beliau bersabda, "Apa tidak sebaiknya kamu menikah dengan gadis sehingga kamu dapat bercanda dengannya dan dia bercanda denganmu, kamu  tertawa kepadanya dan dia tertawa kepadamu?" Aku pun berkata, “Sesungguhnya Abdullah (bapak Jabir) wafat dengan meninggalkan beberapa orang puteri, saya tidak ingin mendatangkan kepada mereka orang yang sama dengan mereka, maka saya menikahi wanita yang bisa mengurus mereka dan memperbaiki mereka" Maka Beliau bersabda, "Semoga Alloh memberkahimu" atau bersabda, "Bagus." (HR Bukhari 5367, Muslim 765)

Arbain An-Nisaiyyah, hadits ke-30

*◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉*

Pelayanan seorang istri kepada suami beserta keluarga yang ditanggungnya adalah poin penting yang sering dilupakan, banyak diantara lelaki terlalu fokus pada fisik, harta, dan keturunan dari sang wanita, padahal saat pernikahan sudah berjalan semua itu hanyalah bonus karena yang utama adalah tabiat atau akhlak.

Perlu diketahui bahwa kematangan atau kedewasaan juga bagian dari akhlak, dan tidaklah akhlak didapatkan kecuali dengan ilmu serta pengalaman. Maka ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi pemakluman kepada Jabir bin Abdullah saat menikahi janda yang dinilai lebih dewasa, ini merupakan selling poin bagi janda sekaligus motivasi untuk para gadis agar meningkatkan kedewasaannya, bukan fokus pada paras wajah semata.

(Ustadz Rosyid Abu Rosyidah)

Jangan lupa like, komen, dan share