Jeritan Sang Mayyit (Mengusung Jenazah)

oleh: admin - 2023-06-16 15:49:19 | Dilihat 979 kali

Jeritan Sang Mayyit
(Mengusung Jenazah)

سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ وَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهُ صَعِقَ

Dari Abu Sa'id Al Khudriy radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Apabila jenazah diletakkan lalu dibawa oleh para laki-laki di atas pundak mereka, jika jenazah tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka dia (jenazah tersebut) berkata; "Bersegeralah kalian (membawa aku). Dan jika ia bukan dari orang shalih, maka dia akan berkata; "Celaka, kemana mereka akan membawanya? Suara jenazah itu akan didengar oleh setiap makhluq kecuali manusia dan seandainya manusia mendengarnya, tentu dia jatuh pingsan." (HR Bukhari, no. 1230)

(Al-Arba'un An-Nisaiyyah, hadits ke-13)

*◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉*

Siapakah diantara kita yang telah siap untuk meninggal? Siapkah kita dengan segala pertanyaan di alam kubur? Siapkah kita dengan segala kegelapan di alam kubur? Tentu jawaban kita bermacam macam, ada yang siap, tapi juga banyak yang tidak.

Sebetulnya bukan hal yang penting untuk menjawab pertanyaan itu, karena yang terpenting adalah mempersiapkan amal shalih untuk menyambut kematian, mempersiapkan akhir yang baik untuk kematian kita. Dengan apa? Tentu saja dengan Ilmu, agar semua amal perbuatan kita senantiasa berdasarkan ilmu.

Kalau sudah punya Ilmu tapi masih malas-malasan bagaimana? Sering-seringlah mengingat kematian, coba bayangkan bagaimana jeritan sang mayyit setiap mendengar berita kematian, bayangkan teriakan pilu yang bisa membuat kita pingsan, bayangkan jika teriakan sebelum adzab kubur saja bisa membuat pingsan, bagaimana dengan teriakan setelah adzab kubur? Beruntung Allah memberi keterbatasan dalam pendengaran kita.

(Ustadz Rosyid Abu Rosyidah)

Jangan lupa like, komen, dan share