MEMAKAI PAKAIAN MU’ASHFAR

oleh: admin - 2023-07-04 16:08:13 | Dilihat 2381 kali

MEMAKAI PAKAIAN MU’ASHFAR

(Bolehnya wanita memakai pakaian yang dicelup 'ushfur dan tidak untuk sebaliknya)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ رَأَى النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم عَلَىَّ ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ ، فَقَالَ : أَأُمُّكَ أَمَرَتْكَ بِهَذَا ؟ قُلْتُ : أَغْسِلُهُمَا قَالَ : بَلْ أَحْرِقْهُمَا 

Dari Abdullah bin 'Amr ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat diriku memakai Tsaubaini Mu’ashfaraini, maka Beliau bersabda, "Apakah ibumu yang menyuruhmu memakai pakaian ini?" Aku berkata, “Apakah perlu aku cuci?" Beliau menjawab, "Bahkan kamu bakar saja keduanya." (HR Muslim, no. 3873)

Al-Arba'in An-Nisaiyyah, hadits ke-41

◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉

'Ushfur adalah tanaman di negeri Arab yang biasa dipakai mewarnai, secara umum menghasilkan warna Kuning - Oranye - Merah.
Ats-Tsaubul Mu'ashfar artinya pakaian yang dicelup 'Ushfur. Ini merupakan pakaian wanita dan kebiasaan mereka, hal ini tergambar dari perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash; “Apakah ibumu yang menyuruhmu memakai pakaian ini”.

Adapun tentang perintah membakar baju tersebut, ada yang berpendapat bahwa hal itu sebagai hukuman serta hardikan keras terhadap beliau (Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash) dan yang lainnya atas tindakan seperti itu (memakai pakaian Mu’ashfar), demikian penjelasan Al-Imam An-Nawawi rohimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (14/47)

Dalam riwayat yang lain disebutkan, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash memakai dua baju mu’ashfar, Beliau pun bersabda,

إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلاَ تَلْبَسْهَا

‘Ini adalah pakaian orang kafir, jangan kamu pakai!’” (HR Muslim, no. 3872)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu juga menyatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ نَهَى عَنْ لُبْسِ الْقَسِّيِّ وَالْمُعَصْفَرِ

“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang memakai Qassi (pakaian sutra bergaris) dan Mu’ashfar (pakaian yang dicelup 'ushfur).” (HR Muslim, no. 2078 dan Tirmidzi, no. 264)

Semoga Allah mudahkan kita untuk meninggalkan yang haram, walaupun itu menarik dalam pandangan kita.

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah