Memakai Sepatu Dengan Hak Tinggi Adalah Kebiasaan Orang-Orang Yahudi

oleh: admin - 2023-07-04 10:28:08 | Dilihat 773 kali

Memakai Sepatu Dengan Hak Tinggi Adalah Kebiasaan Orang-Orang Yahudi

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ كَانَتِ امْرَأَةٌ مِنْ بَنِى إِسْرَائِيلَ قَصِيرَةٌ تَمْشِى مَعَ امْرَأَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ فَاتَّخَذَتْ رِجْلَيْنِ مِنْ خَشَبٍ وَخَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ مُغْلَقٍ مُطْبَقٍ ثُمَّ حَشَتْهُ مِسْكًا وَهُوَ أَطْيَبُ الطِّيبِ فَمَرَّتْ بَيْنَ الْمَرْأَتَيْنِ فَلَمْ يَعْرِفُوهَا

Dari Abu Sa'id Al Khudri, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Beliau bersabda, "Ada seorang wanita Bani Isra'il yang berbadan pendek, ia berjalan di antara kedua wanita yang tinggi. Lalu ia pun menggunakan dua kaki palsu dari kayu, memakai cincin emas dalam keadaan ditutup-tutupi, dan diberi minyak kesturi (sebaik-baik minyak wangi), kemudian ia berjalan diantara dua wanita sampai-sampai mereka tidak mengenalinya." 

(HR Muslim, no. 2252)

Al-Arba'un An-Nisaiyyah, hadits ke-36

◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉

Bagi sebagian orang memakai sepatu hak tinggi itu bukan sekedar fashion, tapi juga kebutuhan. Sebagai ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sudah seharusnya kita menyesuaikan semua kebutuhan dan pola hidup kita sesuai dengan aturan islam, dan diantara aturan tersebut adalah rambu-rambu dalam berpakaian bagi wanita, termasuk hukum menggunakan sepatu hak tinggi.

Dari hadits di atas, para ‘ulama telah menyimpulkan beberapa alasan tentang haramnya wanita memakai sepatu/sandal hak tinggi, antara lain;

Membahayakan
Bisa menyebabkan pemakainya jatuh dan tertimpa penyakit atau kelainan tertentu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلاَ تُلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS Al-Baqarah : 195)
Serta firman Allah yang lain,

وَلاَ تَقْتُلُوْا أَنْفُسَكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu” (QS An-Nisa` : 29)

Penipuan
Menampilkan hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلاَبِسِ ثَوْبَىْ زُورٍ

"Orang yang memaksakan diri dengan sesuatu yang tidak dimiliki seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan." (HR Bukhari, no. 5219)

Tabarruj atau berhias yang berlebihan
Menjadikan pemakainya pusat perhatian dengan memperindah dirinya. Allah berfirman,

وَلاَ يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ

“Dan janganlah mereka (wanita) memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan." (QS An-Nur : 31)

Dalam ayat lain Allah juga tegaskan,

وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ

“Dan janganlah kalian (wanita) berhias dan tingkah laku seperti orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS Al-Ahzab : 33)

Semoga Allah memberikan Taufik pada kita semua, dan menjadikan para wanita cukup dengan menjadikan dirinya cantik dimata orang-orang yang halal baginya saja.

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah

Jangan lupa like dan share ya!⁣⁣⁣