Menasehati Anak Dan Menjauhi Sikap Curang

oleh: admin - 2023-07-10 13:39:03 | Dilihat 816 kali

Menasehati Anak Dan Menjauhi Sikap Curang

(Amanah Orang tua Terhadap Anak Itu Bukan Hanya Sekedar Nafkah, Tapi Juga Pendidikan & Perhatian)

قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِي حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

“Ma'qil bin Yasar Al-Muzani berkata, 'Sungguh, aku ingin menceritakan kepadamu (Ubaidulloh bin Ziyad) sebuah hadits yang aku pernah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sekiranya aku mengetahui bahwa aku (masih) memiliki kehidupan, niscaya aku tidak akan menceritakannya. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 'Barangsiapa diberi tanggung jawab oleh Allah untuk memelihara orang yang menjadi tanggungannya (anaknya), lalu mati dalam keadaan curang (tidak amanah), niscaya Allah mengharamkan Surga atasnya.'" (HR. Muslim No. 203)

Dalam riwayat Bukhari disebutkan,

فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيحَةٍ إِلَّا لَمْ يَجِدْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Dan dia tidak melaksanakan tanggung jawab menasihatinya, maka dia tidak akan mendapatkan aroma surga.” (HR. Bukhari No. 6617)

Al-Arba'unal Jiyad fi Tarbiyatil Awlad, hadits ke-5

 ◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉

Tatkala Allah telah memberi amanah kepada seseorang untuk memelihara atau mengasuh orang lain, maka wajib baginya untuk menunaikan amanah tersebut. Haram baginya untuk berbuat curang terhadap orang yang berada dibawah tanggung jawabnya, karena sungguh keras ancaman bagi orang yang meremehkan hak orang lain dibawah naungannya.

Dalam hadits disampaikan bahwa Allah haramkan atasnya surga, ada 2 pengertian yang masyhur dikalangan para ‘ulama;

a. Pertama, dia menghalalkan kecurangan  sehingga  diharamkan atasnya  masuk  surga  dan  dia kekal di dalam neraka.

b. Kedua, dia tidak menghalalkan kecurangan tapi dia tertahan dari masuk surga pertama kali bersama orang-orang yang beruntung, dan ini adalah pendapat Imam An-Nawawi.

Hadits diatas juga memiliki faedah lain, yakni larangan bagi seseorang untuk menyembunyikan ilmu, apalagi ilmu agama, dan ilmu yang membawa kemashlahatan bagi orang lain.

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah