Menjaga Jarak, Bukan Mempersempit Jarak (Mengerjakan Thawaf Tanpa Membaur Dengan Lelaki)

oleh: admin - 2023-06-15 17:06:21 | Dilihat 252 kali

Menjaga Jarak.. Bukan Mempersempit Jarak

(Mengerjakan Thawaf Tanpa Membaur Dengan Lelaki)

أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ
إِذْ مَنَعَ ابْنُ هِشَامٍ النِّسَاءَ الطَّوَافَ مَعَ الرِّجَالِ قَالَ كَيْفَ يَمْنَعُهُنَّ وَقَدْ طَافَ نِسَاءُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ الرِّجَالِ قُلْتُ أَبَعْدَ الْحِجَابِ أَوْ قَبْلُ قَالَ إِي لَعَمْرِي لَقَدْ أَدْرَكْتُهُ بَعْدَ الْحِجَابِ قُلْتُ كَيْفَ يُخَالِطْنَ الرِّجَالَ قَالَ لَمْ يَكُنَّ يُخَالِطْنَ كَانَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَطُوفُ حَجْرَةً مِنْ الرِّجَالِ لَا تُخَالِطُهُمْ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ انْطَلِقِي نَسْتَلِمْ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ انْطَلِقِي عَنْكِ وَأَبَتْ 
يَخْرُجْنَ مُتَنَكِّرَاتٍ بِاللَّيْلِ فَيَطُفْنَ مَعَ الرِّجَالِ وَلَكِنَّهُنَّ كُنَّ إِذَا دَخَلْنَ الْبَيْتَ قُمْنَ حَتَّى يَدْخُلْنَ وَأُخْرِجَ الرِّجَالُ

'Atho mengabarkan kepadaku saat Ibnu Hisyam melarang para wanita untuk thawaf bersama kaum lelaki, ia ('Atho') berkata; "Bagaimana kalian melarang mereka sedangkan para isteri Nabi Shallallahu'alaihiwasallam melakukan tawaf bersama kaum lelaki?".

Aku bertanya: "Apakah setelah turun ayat hijab atau sebelumnya?". Ia menjawab: "Benar, sungguh aku mendapatinya setelah turun ayat hijab". Aku berkata: "Bagaimana mereka berbaur dengan kaum lelaki?". Ia menjawab: "Mereka tidak berbaur dengan kaum lelaki, dan 'Aisyah radliallahu 'anha thawaf dengan menyendiri dan tidak berbaur dengan kaum lelaki".

Lalu ada seorang wanita berkata, kepadanya: "Beranjaklah wahai Ummul Mukminin, mari kita mencium hajar aswad". 'Aisyah radliallahu 'anha menjawab: "Engkau saja yang pergi". Sedangkan 'Aisyah enggan untuk pergi. 

Dahulu kaum wanita menyamarkan diri keluar pada malam hari dan thawaf bersama kaum lelaki. Akan tetapi jika hendak memasuki masjid mereka berhenti (berdiri) dahulu dan masuk saat para lelaki telah keluar. (HR Bukhari, no. 1513)
(Al-Arba'un An-Nisaiyyah, hadits ke-10)

====

Sungguh para sahabat telah menjadi teladan mulia bagi kita, mereka diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk totalitas dalam beribadah, namun tetap hati-hati dalam berinteraksi.

Contohnya dalam masalah Thawaf, para wanita melakukannya berbarengan dengan lelaki, tapi dalam keadaan menyamarkan diri alias tidak menarik perhatian, dan berusaha tidak berdesakan dengan lelaki saat berada di pintu masuk ataupun di dalam masjid.

Juga contoh sikap dari Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu ‘anha yang enggan untuk mencium hajar aswad karena tidak ingin berdesakan dengan para lelaki.

Kita semua sepakat bahwa thawaf adalah rukun umroh dan haji, juga tentang sunnahnya mencium hajar aswad, tapi kita juga tidak boleh lupa bahwa berbaurnya lelaki dan wanita adalah hal yang harus dihindari semaksimal mungkin.

(Ustadz Rosyid Abu Rosyidah)

Jangan lupa like, komen, dan share