Orangtua Memiliki Pengaruh yang Dominan Terhadap Anaknya Dalam Urusan Agama

oleh: admin - 2023-07-10 09:00:13 | Dilihat 592 kali

Orangtua Memiliki Pengaruh yang Dominan Terhadap Anaknya Dalam Urusan Agama

(Peran Besar Orangtua Terhadap Aqidah Anak)

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
) فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ (

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah anak yang dilahirkan melainkan ia dilahirkan di atas fithrah, namun kedua orang tuanya yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani dan Majusi. Sebagaimana binatang ternak yang dilahirkan dalam keadaan lengkap (sempurna), adakah kalian lihat ada bagiannya telinganya yang cacat?” 
Kemudian Abu Hurairah berkata (mengutip firman Allah), “Demikianlah Fithrah Allah yang Dia menciptakan manusia berada di atasnya (fithrah tersebut), dan tidak ada perubahan pada ciptaan Allah ini.” (QS Ar-Rum : 30)” (HR Bukhari no. 1271)

 ◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉

Ketahuilah bahwa setiap bayi yang lahir itu dalam keadaan fithrah, maksud dari fithrah disini adalah Islam. Maka orangtua memiliki pengaruh yang sangat kuat kepada anaknya, baik itu positif atau negatif, seorang anak akan mudah terpengaruh dengan kebiasaan serta perangai kedua orangtuanya. 

Adapun anaknya kaum musyrikin yang meninggal dunia saat masih kecil maka ada silang pendapat di kalangan para ulama;

a. Ada yang berpendapat mereka berada di dalam surga, ini adalah pendapat mayoritas ulama.
b. Ada yang berpendapat mereka berada di neraka bersama dengan orang tua mereka. 
c. Ada yang tawaqquf (abstain), yaitu tidak mengatakan di surga atau di neraka. 
d. Pendapat yang shahih adalah mereka akan diuji di akhirat  nanti, siapa yang menaati Allah maka masuk surga, dan siapa yang tidak taat atau bermaksiat maka masuk neraka.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang anak-anak kaum musyrikin, Beliau bersabda,

اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ

“Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan.” (HR Bukhari no. 1294, Muslim no. 4808)

Dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama ahlus sunnah wal jama’ah, seperti Imam Ahmad, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Baz, Ibnu ‘Utsaimin, dll rahimahumullah.

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah