Pencitraan yang Terlarang

oleh: admin - 2023-07-03 16:54:18 | Dilihat 564 kali

Pencitraan yang Terlarang

(Larangan bagi wanita yang memakai pakaian palsu dan memaksakan diri dalam berpenampilan padahal tidak dimilikinya)

Dari Aisyah -radhiyallahu ‘anha-, ia berkata bahwa ada seorang wanita yang pernah mengatakan,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَقُولُ إِنَّ زَوْجِى أَعْطَانِى مَا لَمْ يُعْطَنِى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلاَبِسِ ثَوْبَىْ زُورٍ

“Wahai Rasulullah, aku sampaikan bahwa suamiku memberi sesuatu yang tidak diberikan kepadaku”.

Maka Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Orang yang memaksakan diri dengan sesuatu yang tidak dimiliki seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan”.

(HR. Al-Bukhari No. 5219 dan Muslim No. 2129)

(Al-Arba‘un an-Nisa'iyyah, Hadits ke-35)

◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉

Tidak jarang kita jumpai seseorang berpakaian biasa dalam keseharian, tetapi bagus dan rapi saat ke masjid. Kalau di rumah pakai oblong, kalau ke masjid pakai gamis mahal. Ini sah-sah saja bahkan harus diupayakan.

Allah ta‘ala berfirman,

يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ

“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid”.

(QS. Al-A’raf ayat 31)

Namun, masalahnya ada orang yang memaksakan berpenampilan bagus padahal dia tidak mampu untuk itu. Kasus seperti ini sering terjadi pada acara arisan, kondangan, bahkan pengajian.

Ketika yang hadir arisan rata-rata tasnya bermerek, maka sibuk cari pinjaman ke saudara, teman, sampai tetangga demi bisa ikut tampil keren, maka yang demikian ini berlebihan dan sama seperti memakai dua pakaian kedustaan. 

Semoga Allah cukupkan kita dengan hal yang halal dan bahagiakan kita dengan hal yang sederhana.

– Ustadz Rosyid Abu Rosyidah -hafizhahullah- –

Jangan lupa like dan share ya!⁣⁣⁣