Tak Perlu Malu Untuk Kebaikan

oleh: AISHAH Center - 2023-07-03 10:01:47 | Dilihat 474 kali

Tak Perlu Malu Untuk Kebaikan

عَنْ أَنَسٍ قَالَ:جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَعْرِضُ عَلَيْهِ نَفْسَهَا قَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَكَ بِى حَاجَةٌ ، فَقَالَتْ بِنْتُ أَنَسٍ مَا أَقَلَّ حَيَاءَهَا وَاسَوْأَتَاهْ وَاسَوْأَتَاهْ . قَالَ : هِىَ خَيْرٌ مِنْكِ رَغِبَتْ فِى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَعَرَضَتْ عَلَيْهِ نَفْسَهَا . 

Dari Anas ia berkata : Ada seorang wanita yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewarkan dirinya kepada Beliau, ia berkata, “Wahai Rasulullah, butuhkah engkau kepadaku?" Puteri Anas berkata, “Alangkah sedikit sekali malunya dan sangat memalukan” Anas pun berkata, “Wanita itu lebih baik daripada kamu, ia mencintai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, oleh karena itu ia menawarkan dirinya kepada Beliau."

(HR Bukhari, no. 5120)

Al-Arba'un An-Nisaiyyah, hadits ke-20

◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉

Perbandingan yang timpang antara jumlah laki-laki dan perempuan sudah bukan rahasia umum lagi, apalagi jika dilihat dari jumlah yang layak menikah. Sebab dari jumlah keseluruhan laki-laki masih dikurangi yang kafir, masih dikurangi yang dipenjara, masih dikurangi yang gay, masih dikurangi yang sudah tidak produktif, dll. Belum lagi dikurangi yang belum berilmu, karena lelaki yang akan menjadi imam bagi keluarganya harus paham ilmu agama. Lalu berapa banyak yg tersisa?

Maka benarlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ اْلعِلْمُ وَيَظْهَرَ الجَهْلُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا وَتَكْثرَ النِّسَاءُ وَيَقلَّ الرِّجَالُ حَتَّى يَكُونُ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً القَيِّمُ اْلوَاحِدُ

“Di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat adalah sedikitnya ilmu (Ilmu Agama), merajalelanya kebodohan dan perzinahan, serta sedikitnya kaum laki-laki sehingga lima puluh orang wanita hanya terdapat satu orang pengurus (laki-laki) saja.”

(HR Bukhori 81, Muslim 2671, dan Tirmidzi 2205)

Karena itu wahai para akhwat, jika anda khawatir dengan kualitas calon imam anda kedepannya, apalagi semakin lama akan semakin banyak kompetitor akhwat yang siap menikah, jangan malu untuk menawarkan diri anda pada lelaki shalih yang ada di sekeliling anda.

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah

Jangan lupa like, komen, dan share