Tampak Berpakaian Padahal Tidak Berpakaian (Berpakaian Ketat dan Menyanggul Rambut)

oleh: admin - 2023-07-03 16:34:40 | Dilihat 488 kali

Tampak Berpakaian Padahal Tidak Berpakaian (Berpakaian Ketat dan Menyanggul Rambut)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا 

Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Ada dua macam penghuni neraka yang belum pernah saya lihat sebelumnya; (yaitu) sekelompok kaum yang memegang cemeti seperti buntut sapi di mana ia gunakan untuk memukul manusia dan wanita yang memakai pakaian namun telanjang.

(Wanita itu) membuat orang lain menyimpang sebagaimana dirinya menyimpang, kepala mereka seperti punuk unta Bukht yang miring.

Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium wanginya, padahal wanginya dapat tercium dari perjalanan sekian dan sekian”.

(HR Muslim No. 2128 dan Ahmad No. 8541)

(Hadits ke-33, al-Arba‘un an-Nisa'iyyah)

◉ ═══ ༻❀○❁○❀༺ ═══ ◉

Tatkala syariat menjelaskan tentang mayoritas penghuni neraka adalah wanita, yakni karena kekufurannya terhadap pasangan atau mengingkari kebaikan pasangan.

Sudah selayaknya para wanita untuk lebih berhati-hati terhadap segala ancaman neraka lainnya, apalagi jika ancaman tersebut disebabkan oleh hal-hal yang sering mereka remehkan seperti pakaian ketat dan sanggul rambut.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- melarang wanita memakai pakaian sempit yang menyifati fisik dan pakaian ketat yang dapat membuka aurat atau pakaian pendek yang tidak menutupi seluruh badannya.

Jangan sampai karena memakai pakaian yang seperti itu malah membuat orang lain terpengaruh dan memakainya juga. Inilah maksud dari membuat orang lain menyimpang sebagaimana dirinya menyimpang.

Lalu, apa yang dimaksud dengan punuk unta?

Syaikh Abdullah al-Jibrin -rahimahullah- menjelaskan tentang hadits punuk unta di atas,

أنهن يجمعن شعورهن ويلبدنها فيجتمع الشعر كله لُمة خلف الرأس، وتعقده خلفها بخيط أو نحوه، فإذا مشت خيل إلى النظار أن لها رأسين؛ حيث أن الشعر كأنه رأس ثان، فتكون شبيهة بأسنمة البخت التي هي نوع من الإبل لها سنامان أحدهما أكبر من الآخر

“Para wanita mengumpulkan rambutnya lalu mengempalkannya hingga menempel di kepala sehingga seluruh rambutnya terkumpul membentuk satu kumpulan di belakang kepala, kemudian ia ikat dengan tali (ikat rambut) atau yang semisalnya.

Jika dia berjalan, orang lain yang memandang akan mengira wanita tersebut memiliki dua kepala karena kepalan rambut seakan-akan menjadi kepala yang kedua sehingga wanita tadi menjadi seperti Asnimatul Bukhti, yaitu jenis unta yang memiliki dua punuk yang salah satunya lebih besar dari yang lain”.

Read more http://cms.ibn-jebreen.com/fatwa/home/book/242

Semoga Allah buka hati kita semua untuk menerima dalil dan berhati-hati terhadap segala ancaman neraka. Wallahu A’lam.

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah

Jangan lupa like dan share ya!